Sajak Puisi Cinta Tentang Rindu Tak Terbalas
"Lolongan Rindu"
Selamat malam
Sudah malam ke berapa?
Aku menyapamu
Kala engkau enggan membalasnya
Engkau masih seperti dulu
Rasa yang tak pernah berubah
Anggap aku bagaikan pengemis cinta
Yang selalu mengganggu tidur malammu
Setiap malam aku menaruh harap pada semesta
Agar engkau mau menjamuku
Dengan rasa yang sama
Aku masih bertahan, kala engkau berkali-kali menolakku
Lolongan rindu
Selalu saja menyapaku
Enggan berhenti, meski rasa sakit telah bersemayam dalam kalbu
Sungguh ironis
Aku berusaha bertamu padamu
Namun, kau berkali-kali juga menutup pintu rapat-rapat
Apakah aku salah?
Mentasbihkan namamu dalam doa-doaku
Hingga kau tak pernah mengizinkanku bersua denganmu
Apa kau lupa?
Aku merawat segala kegelisahanmu
Kala engkau sedang di rundung duka
Semua itu ku lakukan bukan untuk membeli ibamu
Tapi sedikitlah, kau mengerti apa yang aku rasakan, itu sudah cukup!
Kau selalu memberi ingatan
Seperti memberi harapan
Kala aku sudah menyerah
Hingga rasaku kembali tumbuh
Namun, asaku hanya hayalan saja
Kau tetap seperti yang dulu
Tak pernah memberi kejelasan
Hingga, dua dasawarsa lamanya
Aku terus menanti, tanpa kejelasan darimu
Tulungagung, 08 Juli 2020


Posting Komentar
0 Komentar