ANALISIS KOMPONEN SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL PADA LEMBAGA PENDIDIKAN
ANALISIS KOMPONEN SISTEM INFORMASI
FUNGSIONAL PADA LEMBAGA PENDIDIKAN
PENDAHULUAN
Hari ini perkembangan pendidikan di
Indonesia telah memasuki era globalisasi dan modernisasi, dimana kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi berpengaruh pada bidang kehidupan manusia, tak
terkecuali pada manajemen pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi
pendidikan Indonesia yang saat ini berada dalam fase yang penuh ketidakpastian.
Dengan kondisi seperti itu, manajemen pada lembaga pendidikan dituntut untuk
lebih peka dalam menjalankan kegiatannya serta meningkatkan efektfitas dan
efisiensi terhadap sumber daya yang dimiliki agar tujuan sebuah lembaga dapat
tercapai. Salah satu sumber daya yang berperan penting dalam membantu
kelancaran aktivitas pendidikan adalah melalui informasi.
Informasi telah menjadi kebutuhan
utama dalam kehidupan manusia. Informasi dianggap sangat penting karena dengan
adanya informasi dapat menambah pengetahuan, mengurangi ketidakpastian dan
resiko kegagalan serta dapat membantu para pemimpin dalam mengambil suatu
kesimpulan dan keputusan yang efektif dan efisien.
Penggunaan teknologi informasi
melalui sistem informasi bukan saja akan meningkatkan kualitas serta kecepatan
informasi yang dihasilkan bagi manajemen, tetapi dengan teknologi informasi
yang sesuai, akan dapat menciptakan suatu sistem informasi manajemen yang mampu
meningkatkan integrasi di bidang informasi dan operasi di antara berbagai pihak
yang ada di suatu organisasi, baik organisasi lokal maupun global.[1]
Untuk dapat mengolah informasi dalam
suatu organisasi, maka diperlukan peralatan-peralatan yang dapat menunjang
proses pengolahan informasi tersebut. Seluruh elemen yang membentuk suatu
sistem informasi disebut sebagai komponen sistem informasi manajemen. Salah
satu komponen sistem informasi manajemen adalah komponen sistem informasi
manajemen secara fungsional.[2]
Sistem informasi fungsional sendiri
adalah sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok
orang yang berada pada bagian tertentu dalam suatu perusahaan atau organisasi
dengan perusahaan lain berbeda-beda.[3]
Sedangkan, dalam setiap lembaga
pendidikan selalu terdapat berbagai bidang fungsional yang harus dikelola dalam
rangka pencapaian tujuan, sasaran, strategi, rencana, dan program kerja lembaga
tersebut. Dengan perkataan lain, terdapat kesamaan bidang-bidang fungsional yang
perlu ditanganni oleh semua bentuk dari jenis lembaga pendidikan. Tapi kesamaan
bidang-bidang tersebut tidak berakibat pada kesamaan kelembagaannya. Artinya
penanganan berbagai bidang fungsional yang terdapat dalam lembaga pendidikan
dapat dilakukan oleh satuan-satuan kerja yang sengaja dibentuk untuk itu.
Tetapi tidak mustahil terjadi penggabungan beberapa bidang fungsional dalam
satu satuan kerja tertentu atau bahkan penanganannya ditugaskan hanya kepada
seseorang atau beberapa orang saja dalam lembaga pendidikan. Untuk itu, penulis
tertarik untuk mengkaji lebih lanjut tentang sistem informasi fungsional pada
lembaga pendidikan.
A.
Sistem Informasi Fungsional
Sistem informasi manajemen fungsional adalah sistem informasi
berdasarkan bidang fungsi atau bidang kegiatan unit dalam organisasi. Sistem
informasi berdasarkan area fungsional adalah merupakan sistem informasi yang
ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada
bagian tertentu dalam suatu perusahaan dengan perusahaan lain berbeda-beda.[4] Sebagai
contoh, perusahaan distribusi tidak memiliki sistem informasi produksi.
Adapun menurut Djahir dan Pratita, sistem informasi secara
fungsional adalah seluruh komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan
data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang
dibutuhkan untuk manajemen.
Sedangkan dalam dunia pendidikan, pembahasan mengenai fungsional
manajemen yang diuraikan akan menekankan bagaimana sebuah jasa pendidikan dapat
disajikan, disampaikan, dan digunakan oleh pemakainya (pelanggan atau
konsumen). Keputusan yang akan diambil sebagai pemecahan masalah yang dihadapi
lembaga pendidikan akan didasarkan atas sistem informasi fungsional manajemen
pendidikan. Pembahasan dalam bagian ini didasarkan atas pokok pemikiran dari
Rymond, bahwa setiap organisasi atau lembaga termasuk lembaga pendidikan untuk
mempertahankan eksistensinya harus berpegang pada keputusan yang diambil berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan yang matang, keputusan yang dianggap layak untuk
dilaksanakan adalah keputusan yang didasarkan atas sistem informasi yang
akurat.[5]
Dengan demikian dapat diketahui bahwa integrasi dari setiap fungsional
manajemen pendidikan akan menghasilkan sistem informsai manajemen pendidikan
yang akurat sebagai subsistem pendukung keputusan bidang pendidikan.
B.
Komponen Sistem Informasi Fungsional
Menurut Darmawan dalam bulunya menyebutkan bahwa sistem informasi
fungsional dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut:
a.
Sistem
Informasi Manajemen keuangan
Sistem informasi keuangan merupakan bagian dari SIM yang digunakan
untuk memecahkan masalah-masalah keuangan. Secara umum, sistem informasi
keuangan memiliki sistem pemasukan yang terdiri dari subsistem data prosessing
didukung oleh internal audit subsistem yang menyediakan data dan informasi
internal. Untuk perusahaan besar biasanya memiiki staf internal auditor yang
bertanggung jawab terhadap perawatan integritas sistem akutansi perusahaan.
Sebagaimana subsistem lainnya, sistem ini dilengkapi financial intelligence
subsystem, yang mengumpulkan informasi dari pihak-pihak eksternal.[6]
Aplikasi sistem informasi manajemen keuangan digunakan untuk
membantu proses pengolahan data keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan
berdasarkan sistem pencatat yang disebut akuntansi. Akutansi menyajikan laporan
keuangan yang dibutuhkan oleh manajer keuangan dalam bentuk neraca, laporan
rugi laba, serta laporan perubahan modal. Oleh karena itu, sistem informasi
manajemen keuangan kerap disebut dengan sistem informasi akuntansi (SIA).
Akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan, ringkasan peristiwa dan
kejadian yang bersifat keuangan yang menyajikan seluruh laporan keuangan sebuah
organisasi termasuk lembaga pendidikan dan berperan untuk mengetahui gambaran
posisi keuangan atau pembiayaan pada organisasi pendidikan tersebut.
Adapun beberapa tujuan dari sistem informasi keuangan adalah
sebagai berikut: (1) Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan agar akurat,
tepat waktu dan dapat dipertanggung jawabkan yang mampu menghubungkan kantor
cabang ke kantor pusat, (2) mendukung efisiensi, efektifitas dan kelancaran
penyusunan laporan keuangan, (3) dan sebagai upaya mencapai peningkatan laporan
keuangan.
Terdapat 3 tugas pokok untuk sistem informasi keuangan, yaitu:
mengidentifikasi kebutuhan uang yang akan datang, membantu perolehan dana, dan
mengontrol penggunaan dana. Ketiga tugas pokok tersebut ditampilkan sebagai
subsistem output dalam sistem informasi keuangan.
b.
Sistem
Informasi Manajemen Operasi
Menurut lovelock pendidikan (education) merupakan jenis jasa
yang menciptakan oleh penyedia jasa untuk disampaikan secara langsung pada pola
pikir seseorang. Oleh karena itu, operasi jasa pendidikan lebih menekankan pada
bagaimana meyajikan jasa pendidikan agar dapat diterima dengan mudah oleh
konsumen atau pengguna jasa pendidikan (siswa/mahasiswa).
c.
Sistem
Informasi Manajemen Pemasaran
Sistem informasi pemasaran merupakan suatu sistem berbasis komputer
yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung
manajemen lembaga pendidikan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan pemasaran lembaga pendidikan.[7]
Sistem informasi pemasaran bermanfaat untuk mengatur arus informasi
pemasaran jasa pendidikan karena tingkat persaingan jasa pendidikan saat ini
sangat ketat seperti halnya persaingan didunia bisnis. Terjadinya persaingan
yang sangat ketat antar jasa pendidikan merupakan dampak dari banyaknnya jasa
pendidikan yang ditawarkan oleh penyedia jasa.
d.
Sistem
Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia
Sistem informasi sumber daya manusia adalah sistem yang bertugas
untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia,
mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada
pemakai.[8]
Sumber Daya Manusia merupakan departemen atau divisi yang
bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah lembaga
pendidikan atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya menusia
seperti perekrutan, penerimaan, pendidikan, pelatihan, manajemen data,
penghentian, dan administrasi tunjangan. Sumber daya manusia adalah faktor
produksi yang kompleks apabila dibandingkan dengan factor produksi lainnya.
Manusia memiliki, kemauan, keinginan, cita-cita, dan emosi. Tidaklah demikian
dengan sumber daya lainnya.
Sumber Daya Manusia Sangat tergantung kepada kualitas informasi
yang digunakan untuk menyusun berbagai program tersebut. Kemampuan lembaga
pendidikan dalam memperoleh, menyimpan, memelihara, dan menggunakan informasi sumber daya manusia. Lembaga
pendidikan tersebut mengembangkan sistem informasi sumber daya manusia dengan
tujuan untuk meningkatkan kualitas serta mendukung program sumber daya manusia.
Sistem informasi manajemen pendidikan diharapkan juga akan memenuhi
kebutuhan informasi tentang berakhirnya masa kerja (pensiun) seorang pendidikan
dan tenaga kependidikan. Jika keadaan ini didukung dengan data yang akurat,
selama melaksanakan tugasnya seorang pendidik akan benar-benar mempersiapkan
masa pensiun dengan kesiapan mental. Karena jika seseorang berhenti dari
aktivitas rutin, ia akan mengalami apa yang disebut dengan post power syndrome
yang mengakibatkan ia mudah stress, bahkan mentalnya terguncang. Oleh karena
itu, SIM pendidikan diharapkan dapat memberikan informasi kepada setiap
pendidikan dan tenaga kependidikan (pejabat fungsional maupun struktural) untuk
menyediakan data kepegawaian bidang pendidikan secara tepat dan akurat.
Sedangkan djahir & Pratita dalam bukunya, menyebutkan pembagian
sistem informasi secara fungsional
meliputi :
a.
Sistem
administrasi dan operasional
Sistem ini melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin, seperti bagian
personalia, administrasi, dan sebagainya dimana telah ditentukan
prosedur-prosedurnya dan sistem ini harus diteliti terus menerus agar
perubahan-perubahan dapat diketahui.
b.
Sistem
pelaporan manajemen
Sistem ini berfungsi untuk membuat dan menyampaikan laporan-laporan
yang bersifat periodik kepada pengambil keputusan atau manajer.
c.
Sistem
database
Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi oleh
beberapa unit organisasi, di mana database mempunyai kecenderungan berkembang
sejalan dengan perkembangan organisasi, sehingga interaksi antar unit akan
bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan juga akan semakin
bertambah.
d.
Sistem
pencarian
Adapun sistem pencarian ini berfungsi memberikan data atau
informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan permintaan
dan dalam bentuk yang tidak terstruktur.
e.
Manajemen
data
Berfungsi sebagai media penghubung anatar komponen-komponen sistem
informasi dengan database dan antara masing-masing komponen sistem informasi.
C.
Analisis Komponen Sistem Informasi Fungsional Pada Lembaga
Pendidikan
McLeod dalam bukunya mengartikan SIM
ialah suatu sistem berbasis computer yang menyediakan informasi bagi beberapa
pemakai dengan kebutuhan yang serupa.[9]
Adapun menurut faisal sistem informasi manajemen adalah Jaringan prosedur data
yang dikembangkan dalam suatu sistem secara terpadu dengan maksud memberikan informasi
baik intern maupun ekstern kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan
keputusan.[10]
Sedangkan bagian dari SIM salah
satunya adalah Sistem informasi
manajemen fungsional yaitu sistem informasi berdasarkan bidang fungsi atau
bidang kegiatan unit dalam organisasi. Sistem informasi berdasarkan area
fungsional adalah merupakan sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan
informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam suatu
perusahaan dengan perusahaan lain berbeda-beda.[11]
Adapun komponen-komponen sistem
informasi fungsional dalam lembaga pendidikan bila di lihat dari penjelasan
pada sub bab sebelumnya, penelis menyimpulkan setidaknya ada empat komponen
sistem informasi bila dilihat dari fungsionalnya, antara lain :
1.
Sistem
administrasi dan Operasional
Administrasi Pendidikan seringkali disalahartikan sebagai
semata-mata ketatausahaan pendidikan. Administrasi adalah suatu kegiatan atau
rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok
manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama
yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien.[12]
Sistem informasi fungsional pada komponen administrasi, penulis
mengilustrasikan pada jurnal penelitian yang dilakukan oleh Rayhan dkk tentang “Penerapan
Sistem Informasi Manajemen (Sim) Dalam Mendukung Pelayanan Administrasi Peserta
Didik (Studi Deskriptif Di Sma Islam Az Zahrah Palembang)”. Hasil penelitian
yang dilakukan oleh peneliti tersebut menghasilkan bahwa SMA Islam Az Zahrah
Palembang menggunakan Dapodik sebagai alat pendukung pengadministrasian peserta
didik, yang dimana Dapodik adalah Aplikasi pengelolaan data sekolah dan
dinaungi langsung oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan. Proses
pengadministrasian peserta didik melalui Dapodik itu sendiri, dilakukan mulai
dari pendataan peserta didik dan orang tua secara lengkap, tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan, mutasi siswa, rombongan belajar, mata pelajaran, siswa
berprestasi, nilai ujian dan nilai rapor siswa, serta pendataan siswa yang
mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. Di samping itu dengan dukungan sarana dan
prasarana yang menunjang jalannya penerapan SIM, SMA Islam Az Zahrah dapat
memberikan layanan pendidikan yang baik dengan memanfaatkan teknologi dan
fasilitas yang telah disediakan.
Adapun hasil lainnya dari penelitian tersebut juga diketahui bahwa
dari 100% penerapan sistem informasi manajemen dalam pelayanan administrasi
peserta didik yang ada di sekolah ini sudah dilaksanakan 85%. Untuk 15%-nya
belum sepenuhnya terlaksana karena sering terjadi hambatan dalam proses
pengadministrasian peserta didik melalui Dapodik, diantaranya hambatan yang
sering terjadi adalah siklus down saat koneksi internet buruk dan menghambat
proses pendataan, sinkronisasi dalam validasi data peserta didik, hingga
maintenance database (pembaharuan dan pemeliharaan sistem) yang dilakukan
pemerintah pusat dengan jangka waktu yang tak bisa ditentukan.[13]
Beradasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa
sistem administrasi tidak hanya berkaitan dengan bidang keuangan saja,
melainkan seperti sistem dapodik adalah salah satu ranah dalam sistem
administrasi yang berkaitan tentang pendataan peserta didik dan orang tua
secara lengkap, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, mutasi siswa,
rombongan belajar, mata pelajaran, siswa berprestasi, nilai ujian dan nilai
rapor siswa, serta pendataan siswa yang mendapatkan Kartu Indonesia Pintar.
2.
Sistem
Pelaporan Manajemen Pada Lembaga Pendidikan
Sistem pelaporan manajemen ini berfungsi untuk membuat dan
menyampaikan laporan-laporan yang bersifat periodik kepada pengambil keputusan
atau manajer.[14]
Adapun penulis mengilustrasikan sistem pelaporan manajemen disini
dengan penelitian jurnal yang dilakukan oleh Farida dkk tentang “Model Sistem
Informasi Manajemen Terpadu Untuk Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan”. Adapun
hasil dari penelitian tersebut adalah Model sistem informasi manajemen terpadu
di SMK Kabupaten Malang menggunakan aplikasi Master-Web yang diimplementasikan
di bagian kurikulum, kesiswaan, hubungan masyarakat, keuangan, ketenagaan, dan
bimbingan konseling. Informasi yang dihasilkan dapat diakses oleh kepala
sekolah dan digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan untuk meningkatkan
mutu sekolah[15]
Adapun Master-Web dirancang menggunakan teknologi berbasis web
sehingga program ini sangat mudah untuk di install di sisi server dan sangat
cepat jika diakses dari sisi client. Sistem dikembangkan agar dapat diakses
melalui Internet (online) dengan mudah, tanpa biaya besar, serta keamanan data
yang terjamin. Hal ini memungkinkan setiap user yang memiliki hak dapat
mengakses informasi sekolah, dimanapun dan kapanpun.
Adapun bentuk layanan dari sistem tersebut seperti gambar di bawah
ini :
Sedangkan database berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan
informasi oleh beberapa unit organisasi, di mana database mempunyai
kecenderungan berkembang sejalan dengan perkembangan organisasi, sehingga
interaksi antar unit akan bertambah besar yang menyebabkan informasi yang
dibutuhkan juga akan semakin bertambah.
Adapun database dari aplikasi master web dari penelitian tersebut
seperti gambar dibawah ini :
Adapun gambar di tas menunjukkan basis data disitu adalah database
dari aplikasi master web yang dimana basis data sebagai tempat penyimpanan data
dan informasi oleh beberapa unit organisasi, di mana database mempunyai
kecenderungan berkembang sejalan dengan perkembangan lembaga, sehingga
interaksi antar unit akan bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan
juga akan semakin bertambah.
Sedangkan web server pada gambar di atas adalah sebagai manajemen
data yang berfungsi sebagai media penghubung anatar komponen-komponen sistem
informasi dengan database dan antara masing-masing komponen sistem informasi.[16]
3.
Sistem
Informasi Pemasaran pada lembaga Pendidikan
Sistem informasi pemasaran merupakan suatu sistem berbasis komputer
yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung
manajemen lembaga pendidikan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan pemasaran lembaga pendidikan.[17]
Adapun sistem informasi pemasaran disini menurut penulis bahwa
setiap lembaga pendidikan sudah menerapkan sistem pemasaran untuk memasarkan
lembaganya. Adapun penggunaan teknik baru seperti pengguna media instagram,
facebook, Youtube sekolah untuk memasarkan lemabaga pendidikannya pada
masyarakat dari luar. Untuk itu agar memudahkan minat masyarakat pada lembaga
pendidikan diperlukan inovasi-inovasi dalam hal progam yang ditawarkan,
sehingga masyarakat mampu tertarik dengan progam yang sesuai dengan kebutuhan
sekarang.
4.
Sistem
informasi Sumber daya Manusia
Sistem informasi sumber daya manusia adalah sistem yang bertugas
untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia,
mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada
pemakai.[18]
manajemen sumber daya manusia merupakan cara pengelolaan sumberdaya manusia
secara efektif dan efisien dalam organisasi agar mampu memberikan kontribusi
secara optimal bagi pencapaian tujuan organisasi.
Adapun penulis disini mengilustrasikan sistem informasi fungsional
pada komponen sistem informasi SDM dengan menelaah jurnal penelitian yang
dilakukan oleh Muhammad Niki tentang “Pengembangan Human Resource Information
System (HRIS) untuk Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia di Perguruan
Tinggi”.[19]
Adapun pengembangan disini menggunakan perangkat lunak HRIS dimana perangkat
tersebut memiliki fitur sebagai berikut :
1)
Penggajian
karyawan
Lembaga
pendidikan dapat memberikan informasi setiap pegawainya tetang upah, tunjangan
dan pembayaran yang berbeda-beda.
2)
Proses
rekrutmen karyawan
Memudahkan
menyusun setiap rekrutmen, mulai dari verivikasi informasi, proses interview
kerja, evaluasi kemampuan, gaji dan penerimaan karyawan baru.
3)
Absensi
kehadiran
Sistem
HRIS dapat melakukan perhitungan kehadiran, jam kerja dan curti, semuanya
tercatat secara otomatis di sistem, sehingga bila ada kelalaian dalam tugasnya
dapat diketahui melalui sistem tersebut.
4)
Penilaian
karyawan
Sistem HRIS
memudahkan proses evaluasi karyawan berjalan dengan baik dan praktis. Adapun
setiap evaluasi dapat ditinjau dengan mudah dan diukur untuk mengetahui progess
dari setiap karyawan.
Adapun bentuk dari gambar perangkat lunak dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari jurnal ini seperti dibawah ini :
Berdadasarkan
beberapa penjalasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa komponen-komponen utama
dalam sistem informasi fungsional pada lembaga pendidika ada empat bagian yakni
: Sistem adminitrasi dan opersional, sistem Sistem Pelaporan Manajemen, Sistem
Informasi Pemasaran, Sistem informasi Sumber daya Manusia.
D.
KESIMPULAN
1.
Sistem
informasi manajemen fungsional adalah sistem informasi berdasarkan bidang
fungsi atau bidang kegiatan unit dalam organisasi.
2. Dalam
dunia pendidikan pembahasan fungsional manajemen yang diuraikan akan menekankan
bagaimana sebuah jasa pendidikan dapat disajikan, disampaikan, dan digunakan
oleh pemakainya (pelanggan atau konsumen).
3. Berdadasarkan
beberapa penjalasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa komponen-komponen utama
dalam sistem informasi fungsional pada lembaga pendidika ada empat bagian yakni
: Sistem adminitrasi dan opersional, sistem Sistem Pelaporan Manajemen, Sistem
Informasi Pemasaran, Sistem informasi Sumber daya Manusia.
E.
Daftar Rujukan
Darmawan, Deni
dkk, 2013, Sistem Informasi Manajemen, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Djahir, Yulia
& Dewi Pratita, 2014, Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen, Yogyakarta,
Deepublish.
Faisal,
Muhammad, 2008, Sistem Informasi manajemen Jaringan, Malang: UIN Malang
Pers.
Farida, Anis,
Rudy Wahyono, Fajar Supanto, “Model Sistem Informasi Manajemen Terpadu Untuk
Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan”,
dalam Jurnal Jurnal Adminitrasi dan Manajemen Pendidikan, Vol. 4,
No. 1, Maret 2021.
Hariningsih,
2006, Sistem Informasi Akuntansi, Ardana Media:Yogyakarta
H.F, Muhammad
& Niki, “Pengembangan Human Resource Information System (HRIS) untuk
Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia di Perguruan Tinggi”, dalam Jurnal
(Jurnal Pendidikan Teknik Elektro), Vol. 3, No. 2, September, 2018.
James O’Brien,
A, 2006, Pengantar Sistem Informasi. Jakarta: Salemba Empat
Mardi, M, 2008, Sistem Informasi Akuntansi Pemasaran, Penerbit Ghalia Indonesia:Bandung.
McLeod Raymond,
Junior, 1996, Sistem Informasi Manajemen: Jilid 1 Edisi Bahasa
Indonesia, Prenhallindo
M. Echols, John dan Hasan Shadily, 2003, Kamus
Inggris Indonesia: An English-Indonesia Dictionary, Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama
Hariningsih,
2006, Sistem Informasi Akuntansi, Ardana Media:Yogyakarta.
MCLeod, Raymond
terjemah oleh Hendra Teguh, 1996, Sistem
Informasi Manajemen – jilid II, Jakarta: PT Prenhallindo Faisal, Muhammad,
2008, Sistem Informasi manajemen Jaringan, Malang: UIN Malang Pers.
Rayhan, Aqiylah,
Rusmaini, Afif Alfiyant, Penerapan Sistem Informasi Manajemen (Sim) Dalam
Mendukung Pelayanan Administrasi Peserta Didik (Studi Deskriptif Di Sma Islam
Az Zahrah Palembang), dalam Jurnal URNAL IDAARAH, VOL. V, NO. 1,
JUNI 2021
[1]Yulia Djahir
& Dewi Pratita, Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen, (Yogyakarta,
Deepublish, 2014), h. 5
[2]Ibid., h. 143
[3]John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus
Inggris Indonesia: An English-Indonesia Dictionary, (Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama, 2003), h. 600.
[4] A James
O’Brien, Pengantar Sistem Informasi. (Jakarta: Salemba Empat,
2006), 43.
[5] Jr McLeod Raymond,
Sistem Informasi Manajemen: Jilid 1 Edisi Bahasa Indonesia,
(Prenhallindo, 1996), 322
[6]Deni Darmawan,
dkk, Sistem Informasi Manajemen, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2013), 23
[7]Dr. Mardi, M.Si, Sistem Informasi Akuntansi Pemasaran,
(Penerbit Ghalia Indonesia:Bandung, 2008), 76.
[8]Hariningsih
S.P., Sistem Informasi Akuntansi, (Ardana Media:Yogyakarta, 2006), 76.
[9]Raymond MCLeod
terjemah oleh Hendra Teguh, Sistem Informasi Manajemen – jilid II
(Jakarta: PT Prenhallindo, 1996),30
[10]M. Faisal, Sistem
Informasi manajemen Jaringan (Malang: UIN Malang Pers, 2008), hlm. 172.
[11]A James
O’Brien, Pengantar Sistem Informasi. (Jakarta: Salemba Empat,
2006), 43.
[12]Sondang P.
Siagian, Sistem Informasi Manajemen, (Bandung: Bumi Aksara, 2006), hlm.
159-160.
[13]Aqiylah Rayhan,
Rusmaini, Afif Alfiyanto , Penerapan Sistem Informasi Manajemen (Sim) Dalam
Mendukung Pelayanan Administrasi Peserta Didik (Studi Deskriptif Di Sma Islam
Az Zahrah Palembang), dalam Jurnal URNAL IDAARAH, VOL. V, NO. 1,
JUNI 2021
[14]Yulia Djahir
& Dewi Pratita, Bahan Ajar…, h. 146
[15]Anis Farida,
Rudy Wahyono, Fajar Supanto, “Model Sistem Informasi Manajemen Terpadu Untuk
Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan”,
dalam Jurnal Jurnal Adminitrasi dan Manajemen Pendidikan, Vol. 4,
No. 1, Maret 2021, h. 26
[16] Yulia Djahir
& Dewi Pratita, Bahan Ajar…, h. 146
[17]Dr. Mardi, M.Si, Sistem…, h.76.
[18]Hariningsih
S.P., Sistem Informasi Akuntansi, (Ardana Media:Yogyakarta, 2006), 76.
[19]Muhammad H.F
& Niki, “Pengembangan Human Resource Information System (HRIS) untuk
Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia di Perguruan Tinggi”, dalam Jurnal
(Jurnal Pendidikan Teknik Elektro), Vol. 3, No. 2, September, 2018, h. 4

Posting Komentar
0 Komentar